Sekolah merupakan
lembaga yang wajah dan sosoknya sangat jelas. Di sekolah pelayanan bimbingan
dan konseling diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan amat baik mengingat
sekolah merupakan lahan yang secara potensial sangat subur, sekolah memiliki
kondisi dasar yang justru menuntut adanya pelayanan ini pada kadar yang tinggi.
Pelayanan BK secara resmi memang ada disekolah, tetapi keberadaannya belum
seperti dikehendaki. Dalam kaitan ini Belkin (dalam Prayitno 1994) menegaskan
enam prinsip untuk menumbuh kembangkan pelayanan BK disekolah.
Blog ini d'buat untuk pemenuhan komposisi tugas T.I.K Name's anggota : Abied Nur Wibowo (101014013), iMa chusnati (101014201), Nurul Fathur Rochma (101014202)
Jumat, 08 Juni 2012
PRINSIP-PRINSIP BERKENAAN DENGAN PELAKSANAAN PELAYANAN
Pelaksanaan
pelayanan BK baik yang bersifat insidental maupun terprogram, dimulai dengan
pemahaman tentang tujuan layanan, dan tujuan ini akan diwujudkan melalui proses
tertentu yang dilaksanakan oleh tenaga ahli dalam bidangnya, yaitu konselor
profesional.
Prinsip-prinsip
yang berkenaan dengan hal tersebut adalah :
BK harus diarahkan
untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalm
menghadapi permasalahannya.
Dalam proses BK
keputusan yang diambil dan akan dilakukan oleh individu hendaknya atas kemauan
individu itu sendiri bukan karena kemauan atau desakan dari pihak lain.
Permasalahan
individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan
permasalahan yang dihadapi.
Kerja sama antara
guru pembimbing, guru-guru lain dan orang tua anak amat menentukan hasil
pelayanan bimbingan.
Pengembangan
program pelayanan BK ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil
pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan
dan program bimbingan dan konseling itu sendiri (Hanen, 2002).
PRINSIP-PRINSIP BERKENAAN DENGAN PROGRAM PELAYANAN
Adapun
prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelayanan layanan BK itu adalah sebgaai
berikut :
BK merupakan
bagian integrasi dari proses pendidikan dan pengembangan, oleh karena itu BK
harus diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan
peserta didik.
Program BK harus
fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat dan kondisi
lembaga.
Program bimbingan
dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan terendah
sampai tertinggi.
PRINSIP-PRINSIP BERKENAAN DENGAN MASALAH INDIVIDU
Berbagai faktor
yang mempengaruhi perkembangan dan kehidupan individu tidaklah selalu positif,
namun faktor-faktor negatif pasti ada yang berpengaruh dan dapat menimbulkan
hambatan-hambatan terhadap kelangsungan perkembangan dan kehidupan individu
yang berupa masalah. Pelayanan BK hanya mampu menangani masalah klien secara
terbatas yang berkenaan dengan :
BK berurusan
dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental atau fisik individu
terhadap penyesuaian dirinya dirumah, disekolah serta dalam kaitannya dengan
kontak sosial dan pekerjaan, dan sebaliknya pengaruh lingkungan terhadap
kondisi mental dan fisik individu.
Kesenjangan sosial,
ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada invidu yang
kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan BK.
PRINSIP-PRINSIP BERKENAAN DENGAN SASARAN PELAYANAN
Sasaran pelayanan
bimbingan dan konseling adalah individu-individu baik secara perorangan aupun
kelompok yang menjadi sasaran pelayanan pada umumnya adalah perkembangan dan
perikehidupan individu, namun secara lebih nyata dan langsung adalah sikap dan
tingkah lakunya yang dipengaruhi oleh aspek-aspek kepribadian dan kondisi
sendiri, serta kondisi lingkungannya, sikap dan tingkah laku dalam perkembangan
dan kehidupannya itu mendorong dirumuskannya prinsip-prinsip bimbingan dan
konseling sebagai berikut :
BK melayani semua
individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, agama dan status sosial
ekonomi.
BK berurusan
dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis.
BK memperhatikan
sepenuhnya tahap-tahap dan berbagai apek perkembangan individu.
BK memberikan
perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok
pelayanannya.
MACAM – MACAM PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING
Dalam pelayanan
bimbuingasn dan konseling prisip yang digunakan bersumber dari kajian filosofis
hasil dari penelitian dan pengalama praktis tentang hakikat manusia,
perkembangan dan kehidupan manusia dalam konteks sosial budayanya, pegertian,
tujuan, fungsi, dan proseses, penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
Ada beberapa
prinsip pelaksanaan bimbingan dan konseling diantaranya :
a. Bimbingan
adalah suatu proses membantu individu agar mereka dapat membantu dirinya
sendiri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
b. Hendaknya
bimbingan bertitik tolak (berfokus) pada individu yang dibimbing
c. Bimbingan
diarahkan pada individu dan tiap individu memiliki karakteristik tersendiri.
d. Masalah yang
dapat diselesaikan oleh tim pembimbing di lingkungan lembaga hendaknya
diserahkan kepada ahli atau lembaga yang berwenang menyelesaikannya.
e. Bimbingan
dimulai dengan identifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang akan
dibimbing.
f. Bimbingan harus
luwes dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat.
g. Program
bimbingan di lingkungan lembaga pendidikan tertentu harus sesuai dengan program
pendidikan pada lembaga yang bersangkutan.
h. Hendaknya
pelaksanaan program bimbingan dikelola oleh orang yang memiliki keahlian dalam
bidang bimbingan, dapat bekerja sama dan menggunakan sumber-sumber yang relevan
yang berada di dalam ataupun di luar lembaga penyelenggara pendidikan.
i. Hendaknya
melaksanakan program bimbingan di evaluasi untuk mengetahui hasil dan
pelaksanaan program (Nur Ihsan, 2006 : 9)
PENGERTIAN PRINSIP BIMBINGAN KONSELING
Prinsip yang
berasal dari asal kata ” PRINSIPRA” yang artinya permulan dengan sautu cara
tertentu melhirkan hal –hal lain , yang keberadaanya tergantung dari pemula
itu, prisip ini merupakam hasil perpaduan antara kajian teoriitik dan teori
lapangan yang terarah yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan yanh
dimaksudkan.( Halaen,2002,: 63 )
Prinsip bimbingan
dan Konseling menguraikan tentang pokok – pokok dasar pemikiran yang dijadikan
pedoman program pelaksanaan atau aturan main yanh harus di ikuti dalam
pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan dapat juga dijadikan sebagai
seperangkat landassan praktis atau aturan main yang harus diikuti dalam
pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Prayitno mengatakan
: ” Bahwa prinsip merupaka hasil kajian teoritik dan telaah lapangan yanh
digunakan sebgai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan” jadi dari
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip – prinsip bimbingan dan
konseling merupakan pemaduan hasil – hasil teori dan praktek yang dirumuskan
dan dijadikan pedoman sekaligus dasar bagi peyelengaran pelayanan.
Langganan:
Postingan (Atom)